Kamis, 17 September 2015

Melangkah (YFCC 2015)

perjalanan yang diawali dari kedekatan lokasi kegiatan dengan lokasi memantapkan mimpi, memberanikan diri mendaftar menjadi relawan untuk kegiatan ini. tugas kali ini bukan sebagai peserta namun sebagai mentor. keraguan menghampiri menjelang h-1 acara, apakah harus berangkat mengingat baru saja pulang ke kampus setelah selama 1 bulan pergi kelokasi memantapkan mimpi. hari itu kegiatan di kampus begitu menyiksa, awalnya kuliah pukul 7 pagi ternyata kelas yang ada dikonversi dengan kkl adek kelas. praktis  harus bertemu dengan dosen pembimbing dan kajur membicarakan masalah ini. selesai urusan di kampus lantas bergegas untuk membeli paket internet untuk smartphone . pulang dan berkemas, kebingungan kemundian menghampiri lagi, dimana aku akan menempatkan sepeda motor, beberapa teman coba dibungi namun dengan berbagai alasan mereka belum bisa kemudian ada seorang kakak tingkat yang bersedia membantu.

perjalanan dimulai,
kakiku melangkah mantap naik bus safari solo-semarang, perjalanan salatiga-solo cukup ditempuh 1.5 jam. lanjut perjalanan dengan bus sumber rejeki yogyakarta-surabaya, perjalanan malam dengan bus SR cukup menarik dan harus dicoba. awalnya memperkirakan pukul 6 sampai di Surabaya namun rupanya bus tiba lebih cepat, pukul 4 pagi aku sampai di terminal Bungurasih. ini pertama kalinya  menginjakan kaki di Surabaya sendiri. 

Melangkah
Dibuka oleh beberapa stakeholder seperti ibu Tri Rismaharini, Bapak Rachmat Witoelar, dan Ibu Amanda Kaliti serta Rektor ITS Bapak Prof Joni, melangkahlah ke lokasi PPK Sampoerna di Prigen Jawa Timur. Melihat bagaimana sampah dikelola dengan baik dan teratur, melihat bagaimana mengurangi produksi gas karbon agar tak berdampak pada perubahan iklim dunia saat ini. Langkah selanjutnya di Kaliandra resort, sebuah tempat dimana semua bahan makan diperoleh secara langsung dari alam dan mengurangi jejak karbon. disini (Kaliandra Resort) terlihat bagaimana mereka para pejuang iklim di godhog  dengan berbagai materi pelatihan dan kegiatan workshop di lapangan. 

untuk kalian para Pejuang Iklim, tetaplah teguh dengan apa yang kalian yakini sebagai kebenaran. Perubahan Iklim bukan hanya tanggung jawab negara namun juga tanggung jawab kita bersama, umat manusia. 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar